Kebaikan Supir Truk Daerah Jatinangor Bandung

Tanggal 20  April 2011  saya mempunyai kejadian luar biasa tentang persepsi supir truk besar/tronton yang biasa kita lihat di jalur pantura atau pun jalur selatan. selama ini persepsi kita cenderung negatif,,tapi ternyata mereka tidak semuanya seperti orang banyak persepsikan kalo tidak saya bilang baik dan ikhlas seperti pengalaman yang akan saya ceritakan. Begini ceritanya waktu itu saya dan teman dari blues brother ingin mengadakan perjalanan ke Gresik untuk menghadiri pesta pernikahan saudara. Kebetulan dari jakarta hanya berdua dan harus menjemput teman satu orang lagi dibandung tepatnya di daerah DT geger kalong. Perjalanan dari jakarta menuju bandung lancar. ketika sampai di daerah DT ada sedikit masalah dengan rem depan karena ternyata angin dari rem tersebut harus dibuang sedikit akibatnya mobil susah jalan. Setelah diistirahatkan beberapa waktu akhirnya bisa berjalan lagi dan dilanjutkan kearah tol cileunyi. Setelah keluar tol pasteur cileunyi mobil bermasalah kembali. Sejak dari DT Geger kalong kita sudah berusaha mencari bengkel tapi karena sudah tengah malam sangat susah mencari bengkel yang buka. Setelah lewat UNPAD Jatinangor rencana ke arah sumedang tetapi karena mobil bermasalah terus dan banyak yang menyarankan kembali ke arah tol cileunyi untuk mencari bengkel yang buka. Dalam perjalanan ke arah cileunyi tepatnya depan kampus unpad jatinangor dan terpaksa memberhentikan mobil, akhirnya bertanya ke beberapa orang tentang ada tidaknya bengkel tetapi bengkel sudah tutup karena waktu itu sekitar jam satu malam,,perjalanan tetap dilanjutkan dengan pelan-pelan tetapi mobil makin parah remnya akhirnya diputuskan untuk berhenti sebuah SPBU dekat IPDN Jatinangor. Di SPBU tersebut sudah banyak truk truk yang parkir istirahat atau sekedar menunggu pagi untuk melanjutkan perjalanan. Iseng iseng kita coba tanya kepada salah satu supir yang sedang mencuci mobilnya, sopir tersebut  belum mau meninggalkan pekerjaannya dan terus mencuci, kemudian geser ke arah mushola ada beberapa supir lagi dan kondekturnya. Salah satu dari mereka malah coba menganaliasa dan langsung menawarkan bantuannya. Kita berfikir seperti biasa mungkin mereka akan “mencari rezeki tambahan” dan sengaja menawarkan bantuan. Saya pikir sama saja ke bengkel juga harus bayar mungkin sampe 100 ribuan untuk mengeluarkan angin rem. Awalnya kita ragu tapi karena bengkel sudah pada tutup dan posisi mobil susah jalan kita coba berfikir positif. Satu dua orang mulai datang dan mencoba membetulkan rem depan sebelah kiri dan akhirnya berhasil. Tinggal satu permasalahan rem sebelah kanan ternyata susah membuang angin remnya. Para supir truk yang baik tersebut berusaha bahu membahu untuk mengeluarkan angin rem sebelah kanan depan yang ternyata susahnya minta ampun. dari mulai mencari kunci delapan tidak ada yang punya karena kita juga kurang persiapan akhirnya coba menggunakan tang, ternyata belum berhasil juga. Ada yang menyarankan menggunakan kunci inggris tetapi berhasil juga menggeser murnya,akhirnya coba cari lagi tang jepit ternyata tidak ada juga,,dengan keringat  yang terlihat jelas  dibeberapa muka supir truk ditambah tangan belepotan mereka, mereka coba berusaha sampai sebagian besar menyerah dan kelelahan. Mereka berkata kalau saja ada kunci delapan pasti bisa. Akhirnya pertolongan datang. Ada motor yang lewat (teman mereka) dan ada kunci delapannya. Terlihat jelas mereka sangat bahagia dan bahkan terdengar ada yang bilang horee. Kunci delapan sudah ditangan, satu persatu supir truk tersebut berusaha dengan sekuat tenaga memutar mur nya ternyata semuanya tidak berhasil kalaupun bisa mungkin akan patah. Wah urusan jadi repot lagi pikir saya jika patah. Ternyata karena jarang dibuka mungkin sehingga susah sekali memutar mur tersebut walaupun kunci delapan sudah ada. Mereka tetap berusaha dengan memutar dan memakai tambahan minyak remnya agar bisa. Tapi tidak berhasil anehnya ada satu orang berkata ini bikinan manusia pasti bisa diakalin. Kita duduk lemas dan pasrah. Mereka juga terlihat kecewa karena ternyata belum dapat memutar mur nya agar angin rem bisa keluar. Satu orang terakhir terlihat coba putar dengan mengangkat dan akhirnya berhasil diputar. Betapa senangnya mereka dan pastinya kita juga. Akhirnya mereka menyuruh mencoba jalan sementara saya disuruh tunggu di SPBU. Teman saya mencoba keliling sebentar dan mereka meyakinkan bahwa sudah bisa remnya. Ternyata memang sudah berhasil. Ketika teman saya datang setelah keliling saya sudah berfikir untuk memberikan sedikit tanda terima kasih termasuk teman saya juga ternyata punya pikiran sama. Akhirnya teman saya merogoh saku untuk memberikan uang tetapi anehnya mereka semua langsung lari dan sama sekali tidak mau menerima uang terebut. Kita makin penasaran dan coba mendekati salah satu dari mereka dan coba memberikan uang tersebut tetapi tetap ditolak. Kami berfikir super aneh ternyata masih banyak orang baik didunia ini yang menolong kita sampai mereka kecapean dan belepotan tangannya tetapi ketika dikasih uang.  Pastinya mereka benar-benar ingin menolong dengan ikhlas.Terima kasih pak supir, kami mendapatkan pelajaran berharga  tentang arti menolong tanpa pamrih. Kami hanya bisa berdoa semoga mereka diberi kemudahan seperti kemudahan yang kami dapatkan malam itu.

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

2 Balasan ke Kebaikan Supir Truk Daerah Jatinangor Bandung

  1. fajar sidiq berkata:

    top dah buat sopir truk..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s