Taufik Ibrahim, Juara Nasional Inovasi Pembelajaran Bidang Studi IPS

Taufik Ibrahim, Juara Nasional Inovasi Pembelajaran Bidang Studi IPS

Pakai Jurus Pemetaan Pikiran dan Kuis Bingo

Tantangan mengajarkan mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial (IPS) adalah pada banyaknya materi yang harus disampaikan. Semakin banyak yang disampaikan, semakin banyak materi yang dilupakan. Karena itu, perlu terobosan dalam pembelajaran.

Kesulitan yang paling terasa adalah pada mata pelajaran sejarah. Materi yang memuat kejadian di masa lalu itu begitu banyak. Kronologi kejadian, pelaku sejarah, hingga detail waktu sangat ruwet untuk diingat. Kalau disampaikan dengan cara klasik, ceramah di depan kelas, siswa bakal mengantuk.
Taufik Ibrahim, guru IPS SMP N 14 Depok, punya jurus jitu menyiasati itu. Yakni, dengan mind mapping alias pemetaan pikiran dan kuis bingo. Pemetaan pikiran dilakukan dengan membagi kronologi sejarah dalam kotak-kotak yang dihubungkan dengan anak panah.
Saat menjelaskan Perang Dunia II, misalnya. Bapak dua anak itu menempatkan tulisan Perang Dunia II di bingkai kotak agak besar tepat di tengah kertas. Di samping tulisan diberi gambar dua orang yang sedang bertengkar. ’’Untuk memberi kesan kalau perang dunia itu ibarat orang bertengkar,’’ ujar lulusan IKIP Jakarta (sekarang Universitas Negeri Jakarta) itu.
Nah, dari kotak Perang Dunia ini ditarik paling tidak empat garis. Antara lain, faktor penyebab, negara yang terlibat, dan kronologi kejadian. Di kotak faktor penyebab digambar sebuah ikon traktor. ’’Maksudnya, kata faktor itu kan hampir mirip kata traktor. Biar siswa mudah mengingat,’’ ujar Taufik mengeluarkan jurus yang didapat dari teknik Super
Kronologi kejadian juga dipisahkan lagi oleh anak panah dalam beberapa kotak. Kotak pertama bertulisan Jerman yang memanah ke kata Danzig. Danzig adalah sebuah kota di Polandia yang ingin direbut Jerman.
Negeri yang saat itu dipimpin Hitler tersebut mengklaim Danzig sebagai milik Jerman karena banyak warganya yang tinggal di situ. Pada 1 September 1939 Jerman menyerbu Polandia.
Kotak-kotak peta pikiran hanya bertulisan nama kota dan negara yang menyerang. ’’Yang kita tulis hanya keywords alias kata kuncinya. Itu pancingan untuk mengingat informasi lain di dalam otak,’’ kata Taufik yang juga penyanyi musik Islami nasyid itu.
Sebagai variasi peta pikiran, Taufik memberikan varian warna. Untuk kotak bagian faktor diberi warna kuning semuanya. Mulai garis, anak panah, hingga kotak-kotaknya. Itu agar pemetaan pikiran oleh otak lebih mudah. Selain itu, ’’Warna dan gambar kan sangat memanjakan otak kita. Jadi, mengingat materi menjadi lebih mudah,’’ kata Taufik yang dari inovasinya ini menggondol juara satu Lomba Kreasi dan Inovasi Media Pembelajaran Tingkat Nasional 2009 yang diadakan Depdiknas.
Untuk memulai model pembelajaran itu, Taufik terlebih dulu membuat kotak-kotak peta pikiran dalam secarik kertas. Kotak-kotak itu dicetak kemudian difotokopi untuk siswa secara berkelompok. Tugas siswa adalah mengisi kotak-kotak itu sesuai topik bahasan. Siswa boleh berkreasi. Mereka bebas menggunakan warna apa pun dalam tulisannya.
Taufik mengakui, yang paling sulit dalam mengusung mind mapping adalah mengajarkan konsepnya kepada siswa. Mengandalkan jam pelajaran yang sudah dijatah, jelas tak cukup. Sebab, memahamkan siswa apa itu mind mapping tak gampang. Karena itu, Taufik sering ’’mencuri’’ waktu.
’’Kalau lagi ada jam kosong, saya masuk ke kelas. Saya jelaskan dengan ringan apa itu mind mapping. Nanti pas jam saya, tinggal jalan saja,’’ ujar penggemar berat penulis buku-buku metode pembelajaran Bobbi DePorter itu.
Kalau mind mapping sudah sukses, Taufik tinggal memantapkan siswa dengan kuis bingo. Dari namanya, kuis ini memang mengadopsi permainan yang kondang di Amerika itu. Siswa berkelompok diberi selembar kertas bergambar kotak-kotak. Di dalam kotak ada tulisan angka-angka yang tidak berurutan. Masing-masing kelompok punya pola deretan angka yang berbeda.
Nah, tugas kelompok itu adalah membuat garis lurus melintang. Caranya, siswa harus bisa menjawab pertanyaan di dalam angka-angka itu. ’’Siswa meminta angka yang mana. Saya menyediakan pertanyaannya. Kalau satu angka dijawab, kotak kelompok lain juga ikut terbuka,’’ ujarnya. Kelompok siswa juga bisa menghambat kelompok lain. Caranya, kotak yang menjadi penentu kemenangan rival jangan sampai dibuka. Itu agar rivalitas antarsiswa semakin seru.(aga)

Untuk sofware yang biasa dipergunakan dilomba ini klik disini

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

8 Balasan ke Taufik Ibrahim, Juara Nasional Inovasi Pembelajaran Bidang Studi IPS

  1. eha julaeha berkata:

    SAlut…
    Wah hebat… saya kagum pada bpk ini… teruskan pak kita butuh orang-orang yang kreatif dan perduli seperti bapak…
    Ok bravo!!!

    Eha

  2. tony berkata:

    kalau ngajar sejarah di bimbingan belajar sulit pak, di bukunya uda ada main mappingnya…

  3. hasanahpotale berkata:

    Lanjutkan berinofasi dan kami butuh bantuan bapak ok

  4. panjiirfan berkata:

    Wah, banyak guru-guru hebat. Semoga bisa meladani beliau, amin.

  5. sylvia selly berkata:

    good luck bapak , semoga tambah sukses dan mengaharumkan 14 ya pak🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s